Telah kau temui senja terakhir di ujung jalan ini
Ketika waktu menutup tirai hari
dan detik pun tak lagi berdetak
Tak terbendung lagi pedih ini
Hingga hujan tangis pun membasahi tanah hati yang merapuh
Udara kini telah memudar dalam kelam
Langit pun tak lagi berwarna
Dan Kota ini menjadi tak bernyawa
Meski kerapuhan goyahkan jiwa yang bersedih
Tetapi kami ada di sini untuk sebuah nama
Untuk engkau yang kami namai Sahabat
Hanya lantunan doa
Mengiringi ziarahmu menuju kedamaian
Hingga saat nanti, waktu kan menyatukan kita dalam keabadian
Tuk bersama lagi mewarnai pelangi yang memudar
di Senja yang Abadi
Yogyakarta, 08 Juni 2011
Oleh: Ronald Meharangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar